CAD hanyalah tools…
Ditulis Oleh : Edo pada 18 Feb 2008
Komentar saya begini: CAD dan software lain hanyalah tools. Hanya alat bantu. Sama halnya dengan pensil, meja gambar, dan alat bantu lain.Kalau seorang arsitek diberi selembar kertas dan pensil tidak lagi dapat mengutarakan idenya, itu berarti ada masalah. Saya gunakan bidang arsitektur karena komentar waktu itu tentang arsitektur ya… Kampus seharusnya menjadi tempat menggembleng mahasiswanya untuk dapat mendesain. CAD dapat membantu seorang arsitek untuk menuangkan idenya dengan lebih mudah. Itu saja. Tapi kalau tanpa CAD dia tidak bisa mendesain? Mungkin ia memang sebetulnya tidak bisa mendesain…! Mungkin hanya mengandalkan copy-paste?
Sama halnya dengan jurusan teknik sipil… sebelum ia diperkenalkan dengan software analisis seperti SAP2000, STAADPRO, ETABS, dll… ia diajarkan menghitung secara manual. Tidak seharusnya tanpa software ia tidak lagi bisa bekerja.
Sayangnya, ketergantungan sama aplikasi CAD seperti diamini oleh penyedia lowongan kerja di Indonesia. Cobalah buka info lowongan di harian, website, mailing list, dan sarana lainnya. Untuk arsitek minimal diminta bisa AutoCAD dan 3ds Max. Akhirnya semua mahasiswa dari awal sudah ‘diam-diam’ mempelajari software desain. Itu nilai tambah kan? Keenakan pakai software, akhirnya kebablasan.
Banyak orang yang menuding kerasnya razia terhadap penggunaan software bajakan akan membuat lemahnya kualitas SDM Indonesia. Orang kita bisa bersaing karena mudahnya mempelajari software yang harganya puluhan juta dengan membelinya seharga 15ribu perak saja. Tapi apa iya itu keuntungan? Think again!
Dalam kasus seperti ini justru membuat SDM kita melemah. Sekarang mahasiswa lebih sibuk belajar CAD daripada belajar mendesain. CAD yang harusnya cuma jadi alat bantu justru jadi andalan. Seandainya saja memang tidak ada software bajakan di Indonesia, kampus dapat mengontrol penggunaan software oleh mahasiswa. Mahasiswa bisa dipaksa untuk belajar mendesain secara manual sampai mereka siap. Kampus dapat berkonsentrasi untuk memberikan porsi yang seharusnya: belajar mendesain.
Bagaimanapun… tulisan di atas adalah pendapat saya pribadi. Mungkin ada yang berpendapat berbeda…
Tulisan Terkait:
- Inventor untuk Desain Produk Interior
Jika anda sedang berpikir untuk mengganti software AutoCAD anda ke software yang lebih cocok untuk bidang pekerjaan anda, mungkin ini bisa jadi salah satu pertimbangan.... - Autodesk Knowledge Base
Semasa saya kuliah dulu, langkah andalan saat saya mengalami trouble saat menggunakan AutoCAD adalah install ulang! Kalau sering hang, tidak bisa loading, fatal error, dan... - Kenapa Anda Memilih Software CAD yang Anda Gunakan Sekarang?
Jika anda sudah cukup lama berkunjung ke Tentang CAD, mungkin pernah membaca judul polling alias jajak pendapat yang pernah dibuka di sini. Saya ingin mengulas...






February 18th, 2008 at 4:33 pm
Betul Mas Edo,…kebanyakan mahasiswa di Jurusan Arsitektur selalu mendewakan CAD daripada Design. Saya sendiri Arsitek. Bagi saya AutoCAD itu adalah alat bantu saya dalam merancang, hanya alat bantu. Lebih baik Konsep tentang Perancangan di Pelajari lebih dalam bila ingin menjadi seorang Arsitek. Minimal SPA benar-benar harus tuntas.
February 18th, 2008 at 9:04 pm
Untuk me”rem”, tim pembimbing Tugas Akhir memutuskan gambar harus dibuat manual untuk tahap Premilinary Design. Untuk pengembangan dan presentasi akhir pakai CAD.
Repot juga, karena mesin gambar sudah tidak dipakai lagi.
February 19th, 2008 at 8:04 am
Untuk mas Ricky,
Senang mas Ricky sependapat. Kita memang tidak boleh salah kaprah dan mendulukan menguasai CAD daripada kemampuan mendesain. Mudah-mudahan perusahaan2 pengguna tenaga kerja juga sependapat dan tidak melulu mencari desainer yang bisa CAD. Kuliah arsitektur 4-5 tahun… CAD? ikut kursus 3-5 hari juga bisa…
Untuk ibu Hani,
Menguasai CAD, menurut saya tetap merupakan ‘additional value’, bukan nilai utama seorang engineer.
Saya malah baru tahu kalau mesin gambar sudah tidak dipakai lagi… Saya kira itu masih termasuk ‘materi wajib’. Mudah2an perguruan tinggi tempat Ibu mengajar dapat menghasilkan mahasiswa(i) yang kualitas desainnya bagus dan unik
February 20th, 2008 at 9:59 pm
Terimakasih untuk mas Edo.
Inputnya menambah semangat, bahwa
yang paling penting adalah kemampuan
disain.
Ternyata hal yang sama juga dijumpai
di Seni Rupa, jurusan Desain Komunikasi Visual. Dengan adanya template & archive, mahasiswa malas menginovasi bentuk baru.
February 21st, 2008 at 8:30 am
Yang perlu kita ingat dari CAD = Computer Aided Design = Desain dengan bantuan komputer. Tentu saja, keunikan desain ada ditangan yang mendesain.
Saya ingin menyentil sedikit lowongan kerja di berbagai media… junior architect selalu diminta menguasai CAD. Tapi bagi para junior architect, berapa banyak seniornya yang menguasai CAD? Kebanyakan justru tidak menguasainya!
Desain para senior itu lebih diakui ketimbang kemampuan menguasai aplikasi yang bejibun…
Menguasai CAD jelas merupakan nilai tambah. Tapi yang utama?
April 29th, 2008 at 1:00 am
minta tutorial yang pake word atau pdf donk,. biar lebih gampang downloadnya,. thanx ya
June 9th, 2008 at 7:18 pm
kalo menilik lwongan dari perusahaan yg menysaratkan lulusan arsitek harus bisa CAD sih menurut sya perlu dipertanyakan … sdg recruitment tenaga desainer/arsitek atau sekedar juru gambar drafter CAD sebanyak2nya buat uber deadline yg mepet??
June 11th, 2008 at 4:45 pm
Saya gak tau apa perusahaan2 itu punya sisi pandang yang berbeda… mungkin mereka beranggapan freshman ini bisa jadi drafter sambil mendampingi arsitek senior. Nanti baru dilepas kalau sudah siap.
Tapi tetap saja, menurut saya sebagai arsitek, yang harus dinilai kan kemampuan desainnya… Siapa yang bisa jamin suatu saat nanti ternyata freshman yg bisa ngedraft ini ternyata gak bisa ngedesain?
Harusnya dibalik, yang bisa ngedesain, akan lebih gampang belajar software. Bukan kebalik
June 18th, 2008 at 8:46 pm
Setujuu….
CAD adalah alat bantu…
Kebetulan saya juga bahas tuh di situs saya.
Secara inti sama kok dengan yang Pak Edo sampaikan.
Salam - Jabat erat
June 19th, 2008 at 12:20 pm
Saya dapet info dari anak saya, bahwa sekarang mata kuliah cad telah di hilangkan pada perguruan tinggi tertentu, sesuai dengan kebijakan bahwa lama pendidikan untuk per semesternya hanya 4 bulan, sehingga pendidikan S1 bisa di tempuh kurang dari 3 tahun, serta jumlah mata kuliah banyak yang di hilangkan termasuk mata kuliah cad.
July 18th, 2008 at 2:15 pm
Assalamu’alaikum
Mas Edo saya ini masih sangat pemula belajar autocad. yang saya mw tanyakan, ada gk sih situs yg berisi tentang modul latihan belajar autocad sendiri..??karena saya sangat ingin menguasai autocad. Kebetulan saya ini calon mahasiswa teknik, jadi saya sangat ingin belajar autocad…
Atas saran yg mas Edo berikan saya ucapkan terima kasih..
Wassalamu’alaikum
July 18th, 2008 at 2:57 pm
To Azhari:
Ada beberapa dalam bahasa lokal, namun kalau mencari yang berurutan seperti modul training atau buku, rasanya tidak ada.
Lebih baik ikut training, atau belajar sendiri dari buku untuk dasarnya. Setelah itu bisa terus berlatih ke kasus/tugas kampus… dan banyak sharing di forum/milis…
Rasanya itu langkah2 umum yang sering dilakukan orang yang belajar AutoCAD
July 30th, 2008 at 8:27 am
saya setuju cad adalah tool…desainer harus dapat bekerja baik dengan atau tanpa cad…dimana imajinasi kita tidak dibatasi atau bergantung pada software….setidaknya kita dapat berkreatifitas dari dua sisi baik dng software cad atau manual…bukan maksud kita balik kejaman batu..
…hanya untuk alasan praktis dilapangan kita harus dapat menuangkan ide kita dengan cara manual…
August 28th, 2008 at 2:48 pm
Apa ada yang bisa bantu info dimana saya bisa peroleh buku manual / buku petunjuk untuk menggunakan software 3D Home Architec?, karena software sdh saya dapatkan tapi “puyeng” bener belajar menggunakan software tsb secara otodidak. Mohon yang berkenan bantu info ke : 021-9486 2406. Sebelum & sesudahnya diucapkan terima kasih. Salam
October 6th, 2008 at 10:57 am
Saya setuju sekali, CAD adalah tool. Kadang2 saya merasa kagum dengan orang-orang yang bisa membuat karya detail engineering desain dengan hanya menggunakan sebatang pinsil dan selembar kertas saja.
Wassalam
October 24th, 2008 at 9:54 am
untuk ideal nya sih emang seperti yang rekan rekan posting semua diatas, tapi kenyataannya yang berlaku didunia kerja sekarang gak seperti itu jadi mau gimana lagi kalau kita gak bisa ngikutin arus kita akan kesingkir… banyak yang gak ngerti filosofi drawing dan hanya bisa software (itu pun gak expert) bisa dihargai lebih diperusahaan…cape dehhhh…..
October 27th, 2008 at 10:21 am
Saya mo nambahin comment dikit nih,
kalo untuk architect atau engineer dengan pendidikan S1 keatas, CAD itu desain dengan bantuan komputer atau . Skil utamanya terletak pada kemampuan desainnya.
Tapi untuk drafter atau CAD operator yang cuma tamatan S3 (SD, SMP, SMA he he) CAD adalah suatu skill utama yang sangat berguna sebagai pengisi periuk nasi he he, karena tidak bisa mengandalkan Desain, Sekeras apapun belajar Desain secara otodidak dan sepandai apapun mendisain tanpa di imbangi dengan pendidikan formal S1 ke atas, kayaknya desain itu agak sulit untuk memenuhi syarat dan atau diakui secara formal. Belum lagi gak punya sertifikasi dari asosiasi profesi dll, he he
Dulu mantan bos saya pernah bicara seperti ini loh: “benernya desain CAD operator dan salahnya design engineer, saya pegang salahnya design engineer”
Tapi itu cuman opini saya aja loh ….. he he
Wasalam
Dadan