Ini mungkin fitur yang paling ditunggu-tunggu pengguna Revit: MentalRay rendering engine! Siapa tidak kenal MentalRay? 3Ds Max menggunakannya. Rasanya tidak ada yang meragukan MentalRay rendering. Menurut saya pribadi, bahkan VRay tidak bisa menyaingi MentalRay. Kelebihan VRay mungkin pada rendering setup yang cepat. Tapi hasil rendering? MentalRay masih lebih baik. Pada awal saya melihat MentalRay rendering di Revit, sempat terbersit rasa kecewa. Menurut saya, ini mah main-main. Terlalu sederhana! Bahkan dibandingkan MentalRay rendering di AutoCAD, masih terlalu simpel. Tapi rasanya saya salah. MentalRay di Revit ternyata tetap powerful, tapi penggunaannya sangat simpel. Rasanya, cukup pantas disebut MentalRay untuk arsitek. Tidak perlu ribet mengatur lighting, atau material seperti di Max. Semua predefined untuk arsitektur! Rasanya saya berani bilang, dengan Revit Architecture 2009, semua arsitek bisa membuat photorealistic rendering!
Material Setup
Material setup di Revit sangat mudah. Mungkin banyak orang merasa tidak perlu lagi membuat material sendiri. Banyak sekali template material yang bisa digunakan! Gak perlu pusing mikir skala pattern dan bump!
Lighting Setup
Lighting di Revit juga mudah. Semua komponen lighting akan memberikan efek cahaya seperti sesungguhnya. Terutama jika menggunakan photometric lights (IES) yang ‘physically correct’. Meski demikian, bisa ada pros dan cons tentang ini. Pro-nya tentu saja setup pencahayaan yang realistik menjadi sangat simpel. Con-nya, kita harus meletakkan artificial light seperti sesungguhnya. Jika butuh 100 lampu, tentu waktu render menjadi sangat lama.Di program lain, hal ini dapat diakali dengan point atau omni light. Dan lampu cukup diberi efek ‘self illumination’. Di Revit bukannya tidak bisa, tapi anda harus membuat family berupa area light atau point light khusus untuk ini. Butuh kemampuan untuk membuat family sendiri di sini.
Rendering Setup
Rendering setup sangat simpel. Cukup memilih kualitas rendering (draft, low, best, etc) yang sudah pre-defined. Bagi yang sudah mahir, dapat mengutak-atik sendiri, tentu.
Lighting scheme juga cukup simpel. Anda cukup memilih interior atau exterior, dan apakah lighting dari matahari atau artificial light.
Yang menarik bagi saya, di sini tersedia juga post-rendering process. Sesudah image jadi, jangan khawatir kalau hasilnya terlalu gelap atau warnanya kurang bagus. Anda dapat mengubah exposure, saturation, dll. Sangat membantu!
Bagi yang sudah menggunakan Revit sebelumnya, ada beberapa hal yang mungkin anda rasakan menghilang. Ya, ada tidak dapat memberikan background image, ground plane seperti saat Revit masih menggunakan AccuRender. Beberapa option untuk environment hilang. Anda dapat lihat sendiri bahwa pilihan untuk environment menjadi sangat sedikit. Dan meski tidak banyak yg menggunakannya, anda sekarang juga tidak dapat lagi membuat panoramic view dari Revit.
Meski demikian, secara keseluruhan, saya menyukai render engine yang baru ini. Image di atas adalah hasil render high quality, tanpa pre-rendering setup. Cukup klik render, dan hasilnya tidak jelek. Saya memang melakukan sedikit post-rendering setup agar tampak lebih ‘warm’, tapi semua dilakukan di Revit saja. Semua orang bisa membuat photorealistic rendering! Just a button click away!
Diskusi