Mengenal Revit Architecture

Dalam Kategori: Pilihan, Revit untuk Pemula
12 June 2008, 12:46 pm | oleh: Edo | 27 Komentar | 4,186 views

Posting ini adalah bagian pertama dari tutorial Revit untuk pemula yang akan saya publish. Jika anda berminat untuk mempelajari Revit dari awal, mungkin seri tutorial ini dapat berguna. Harap sabar jika saya tidak dapat mengupdatenya terlalu sering… karena menulis tutorial yang berurutan dari awal tidak semudah menulis tips dan tricks ;) Saya akan coba untuk menyelesaikan seri tutorial ini sampai akhir. Terutama jika peminatnya cukup banyak.

Satu tips dari saya, bagi yang sudah bisa AutoCAD, jangan membandingkannya dengan alur kerja AutoCAD, karena Revit dan AutoCAD adalah software yang sangat berbeda. They are totaly different animals! Selamat mencoba!

Tak kenal maka tak sayang. Sebelum memulai tutorial ini lebih jauh, saya akan menjelaskan lebih dahulu tentang Revit Architecture. Apa itu Revit, dan apa saja yang dapat dilakukannya.

Revit Architecture merupakan aplikasi building information modeling (BIM). Aplikasi BIM lebih dari sekedar aplikasi 3D modeling. Jika anda bekerja dengan model 3D, anda hanya dapat menggunakannya untuk visualisasi. Sementara dengan BIM, anda dapat melakukan jauh lebih banyak.

Berbeda dengan AutoCAD yang merupakan aplikasi CAD untuk umum, aplikasi BIM didesain khusus untuk para arsitek dan insinyur yang berkaitan dengan bangunan. Secara ringkas, BIM dapat diartikan anda membuat dan menggunakan model virtual dari bangunan. Sama seperti halnya jika anda membangun bangunan sesungguhnya, anda juga melakukan hal yang sama di Revit.

Karena anda membuat model bangunan sesungguhnya, anda dapat mengambil data apapun yang anda butuhkan dari model tersebut. Denah, tampak, potongan, schedule (bill of quantity) adalah sebagian dari data yang dapat anda gunakan. Lebih jauh, anda dapat menampilkannya dalam color fill, perspektif 3D, raytraced image (atau rendering), detailed drawing, dan hampir semua yang anda butuhkan dalam mendesain bangunan. Revit juga mendukung penggunaan aplikasi analisis seperti analisis struktur, analisis green building, heat load (beban pendingin/pemanas ruangan), dan berbagai analisis lain. Pendeknya, sebelum anda membuat bangunan sesungguhnya, anda dapat menganalisanya terlebih dahulu dengan membuat model Revit! Karena Revit Architecture memang didesain untuk arsitek, anda dapat bekerja seperti yang biasa dilakukan arsitek. Termasuk cara konvensional, yaitu dengan mendesain layout denah.

Meski anda bekerja dengan cara konvensional 2D, anda akan langsung memperoleh model 3D. Dengan demikian, anda dapat melihatnya sebagai tampak. Anda juga dapat mendefenisikan garis potong untuk memperoleh gambar potongan. Semua hanya dilakukan dalam satu kali kerja.

Data lain yang akan sangat berguna bagi anda adalah schedule. Revit dapat menghitung objek-objek arsitektur yang anda letakkan di model anda. Anda dapat mengetahui berapa volume dinding, jumlah pintu dan jendela, tanpa harus menghitungnya secara manual.

Yang paling menyenangkan, anda dapat melihat bangunan anda dalam bentuk perspektif dari sudut manapun. Anda cukup mendefenisikan posisi kamera anda. Hal ini akan sangat menyenangkan bagi desainer dan pemilik proyek. Pemilik proyek dapat lebih mudah memahami maksud desainer dengan melihat model 3D. Tentunya jauh lebih mudah dipahami daripada melihat gambar denah saja.

Di tutorial selanjutnya, anda akan mempelajari dasar-dasar Revit Architecture untuk mendesain bangunan yang anda lihat di artikel ini.

Popularity: 8%


Selanjutnya:

Tulisan Terkait

«
»

27 Diskusi

  1. Saya tunggu tutorial selanjutnya

  2. Edo says:

    Tunggu saja tanggal mainnya pak Dian :)

  3. Yulia says:

    untuk potongan hasil dari revit apa masih perlu diedit untuk detailnya atau sudah berupa gambar kerja?

  4. Edo says:

    To Yulia,
    Ya dan tidak. Seringnya memang detailnya masih harus dilengkapi. Namun makin baik kita mendefenisikan informasinya, makin sedikit pekerjaan detailingnya.

  5. Yulia says:

    apakah gambar potongan juga sudah mendefisikan pondasi?

  6. Edo says:

    Jawabnya masih sama Mbak :)
    Kalau contoh yang saya buat di sini: http://tentangcad.com/2008/01/simple-project-dengan-revit/ pondasi udah termasuk.
    Tapi kuda-kudanya saya tambahkan detailing dari AutoCAD. Untuk detailing bisa dibantu AutoCAD atau detailed component dari Revit sendiri.

  7. MuH says:

    wow…good good good
    ditunggu selanjutnya ….

  8. efkarchitect says:

    thanks atas tutornya, bung, mas atau abang,

    saya pernah pake Graphisoft Archicad, dan belum pernah berhubungan dengan yang namanya Autodesk revit, apasih bedanya? kok kayaknya mirip dengan Archicad.

  9. Edo says:

    To Efkarchitect,
    Memang mirip, karena keduanya memang aplikasi BIM. Sebetulnya aplikasi BIM ada banyak. Ada dari Nemetschek Allplan, Bentley Arcitecture, dan sebagainya. Mana yang lebih cocok, silahkan dicoba dan diputuskan sendiri :)

  10. Ditya says:

    wah infonya luar biasa pak edo, bahasa indonesia lagi .
    kan lebih mudah dipahami.

    Oh ya mau nanya pak, bedanya revit dgn revit building apa ya?
    apakah kalau mau desian gedung kantor atau apartemen harus menggunakkan revit building?

  11. Edo says:

    Revit Building itu nama Revit Architecture versi lama. Kalau tidak salah sampai Revit 9. Sejak Revit 2008, namanya berganti jadi Revit Architecture. Sama saja sebetulnya.

  12. roni says:

    terimakasih, apa revit cocok buat saya , sya biasa bekerja untuk membuat sample pencahayaan pada sebuah bangunan, apa ada saran software yg sesuai dng job sya, bisanya sih pakai photoshop

  13. Edo says:

    Kalau maksud pak Roni hanya untuk sekedar rendering, tentu saja bisa. Kalau maksudnya untuk analisa lighting dan green building, butuh software lain. Tapi ya, model Revit bisa dianalisa di sana. Tidak hanya lighting, heat load, evacuation time, dll bisa dianalisis.

    Itu kelebihan BIM kan? ;)

  14. lukman says:

    Saya biasa merancang dengan AutoCad, 3D nya dengan 3D max, dan kadang Finishingnya di Photoshop….Klw misalkan sy skrg mau beralih ke Revit. Pengetahuan saya dengan Program di atas mubadzir ga ya? soalnya saya blm tau Revit sama sekali nih. Thanks….

  15. septiyan says:

    pak, saya mahasiswa arsitektur, saya sudah menggunakan revit 1 tahun belakangan ini, dan sangat sangat terbantu. Tapi ada beberapa hal yang mengganjal, seperti kalo di export ke auto cad untuk didetail, garisnya numpuk ga karuan,jadi capek mbenerin layer2nya. Revit juga kurang sesuai untuk dipakai gambar kerja, selain kurang detail, jarang ada tempat plotter yang menyediakan software revit, jadi ga bisa di print, harus di export ke CAD dulu. Terus kualitas renderannya itu… waduh…. tapi Revit 2009 dah pake Mental Ray… lumayan. Terus bapak tau ga di mana down load object revit, kayak kursi, tv, dll.

  16. Edo says:

    To Lukman:
    Tidak ada kata mubazir kok :) Walaupun beralih ke Revit, software2 itu masih dapat dimanfaatkan. Jadinya malah makin powerful

    To Septiyan:
    Memang sebaiknya tidak diexport ke Acad, tp justru dari acad di import ke Revit. Nanti kita bahas bagaimana caranya…

  17. septiyan says:

    iya sih pak, terkadang saya import data cad saya ke revit, jadi kaya ngeblat gambar gitu. O ya denger2 revit architecture 2009 yang baru itu paket penjualannya di bundled sama autocad LT2009 ya? apa itu berarti autodesk udah mulai men-sinkronkan antara revit dan auto cad??
    sekarang saya kalo kerja tugas kuliah ato kerja proyek repot… modelling di revit, terus dilempar ke CAD (buat denah ama potongan n detail) terus modellingnya dirender di MAX, emang sih njelimet… tapi
    hasilnya jauh lebih cepat dan memuaskan kalo saya bandingkan sama temen2 saya yang cuma pake CAD + max ato cuma pake revit aja. Kalo menurut saya renderannya revit 2009 tu masi beginner, jelek sih nggak tapi jadi minder kalo dibandingin sama hasilnya max….

  18. hamam says:

    aaku tunggu edisi tutorialnya ya

  19. HelmY says:

    Pak…kalau bisa tolong kirimkan saya tutorial perencanaan menggunakan autodesk revit hingga thap R.A.B menggunakan Revit.Trima kasih atas Bantuannya.

  20. kurniawan says:

    Thnxs 4 mas Edo ats tutorialnya…… kebetulan saya baru instal revit 9. Di tunggu tutorial selanjutnya…….

  21. ashar makmur says:

    tolong donk ksi tw cara2 supaya mahir autocad,,,

  22. Olanks says:

    sya mang minim soal turunan produk autodesk mas, internet d tmpt saya jg lelet banget… br sadar bahwa revit punya platfor BIM n dr autodesk pula.

    dulu saya paksakan3d dr autocad dgn alasan enak susun layout DED project nya, skr kayaknya utk 3d mo beralih ke revit nih… maklum, konsumen jaman sekarang kan mau liat 3d jg… (sblumnya saya berfikir mo belajar Archicad utk 3d)

    salut buat mas edo… maju terus tentang cad…

  23. Dedy says:

    Revit struktur koq jarang dibahas ya. . ?
    aku mengenal revit struktur sejak ada revit arsitektur, aku lebih condong ke struktur,
    kalo boleh tau rev. struktur apa bisa untuk nentuin perhitungan penulangan (load case)
    tolong dijelasin ttg rev. struktur lebih detail??
    ” Minta tolaong Dijawab di email ku juga”
    Trims…….

  24. irawan says:

    apakah autocad = revit structure?

  25. monds says:

    knapa revit struktur jarang di bahas…??
    di tunggu tutorial revit struckturnya…
    trim’s

Ayo Diskusikan di Sini!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>