10 Kesalahan yang Umum Dilakukan Pengguna AutoCAD

Dalam Kategori: AutoCAD, Pilihan
14 August 2008, 11:44 am | oleh: Edwin Prakoso | 50 Komentar | 3,982 views

10kesalahanAutoCAD adalah program yang sangat fleksibel. Terlalu fleksibel malah. Karena itu efektifitas penggunaannya sangat tergantung dari user sendiri. Banyak yang memanfaatkannya dengan baik, namun banyak pula yang masih menggunakannya sekedarnya, yang penting jadi dan cepat. Masalah baru timbul kemudian. Saat butuh revisi dan desain semakin kompleks. Makin ruwet kalau sudah bekerja dengan orang lain. Apa sih kesalahan yang umum dilakukan oleh pengguna AutoCAD?

Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel di AUGI (Autodesk User Group International) yaitu: Seven deadly sins of AutoCAD Users (bag.1) dan (bag. 2). Tujuh dosa besar pengguna AutoCAD! Well, saya tidak ingin se-ekstrim itu menyebutnya sebagai dosa besar. Dan meski beberapa diantaranya saya setujui, tapi ada hal-hal lain yang ingin saya anggap kesalahan yang cukup mengganggu saat saya bekerja dengan file dari orang lain. Juga beberapa hal yang membuat saya ‘gatal’ saat melihat orang lain bekerja dengan AutoCAD.

Saya akan mencoba membuat sebuah daftar, dan jika anda menemukan hal-hal lain yang ‘ngganggu banget’ silahkan tambahkan di komentar. Akan saya tambahkan di daftar ini.

1. Menggambar Semua Objek di Layer 0

Hal ini masih sering saya temui, meski rasanya penggunaan layer sudah merupakan hal yang wajib dan umum dilakukan. Bayangkan jika anda menemukan gambar yang cukup kompleks, dan semuanya digambar di layer 0! Apalagi kalau semua masih bylayer… semua garis kelihatan putih. Hanya mungkin linestyle saja yang diubah-ubah.

Sulit sekali bagi kita untuk mengetahui itu garis untuk apa. Sulit juga bagi kita untuk melihat semua objek, karena kita tidak bisa on/off atau freeze layer yang tidak kita butuhkan! Bahkan untuk memisah-misahkan layerpun kita akan banyak menghabiskan waktu.

2. Esc…Esc…Esc…Esc…!!!

Tombol [esc] merupakan tombol favorit bagi pengguna AutoCAD. Sebetulnya wajar, karena hirarki command di AutoCAD, membuat kita sering harus menekan [esc]. Sering kali beberapa kali sampai semua command dibatalkan. Sering saya lihat, pengguna AutoCAD menekan [esc] sampai berpuluh-puluh kali tanpa melihat apakah dengan 2x saja sebetulnya sudah cukup.

Tidak ada yang salah sebetulnya, jika anda memang akan seterusnya menggunakan AutoCAD. Namun kebiasaan buruk ini akan membuat frustasi jika anda mempelajari software lain. Beberapa kali saya lihat, pengguna AutoCAD harus mengulangi lagi urutan command di Inventor atau Revit saat training. Gara-garanya, dia merasa apa yang dikerjakan salah, dan secara refleks tangannya mencari [esc]!

Satu lagi, menekan [space] atau [enter] saat mengaktifkan command dengan shortcut. Kedua tombol ini sering ditekan saat mengaktifkan command dengan mengetiknya pada command line. Akhirnya saya lihat ada yang mencoba mengaktifkan line saat mensketch di Inventor, dengan menekan [l] lalu [space]…

AutoCAD memiliki penggunaan command yang unik. Setau saya tidak ada lagi yang memiliki cara seperti itu di program CAD lain (kecuali AutoCAD-AutoCAD-an yang diklaim look n feel-nya sama dengan AutoCAD). Mungkin karena udah ‘bangkotan’ dibanding software lain yang lebih muda. Aplikasi lain lebih ‘Windows Compliant’ dibanding AutoCAD. Tidak ada salahnya mulai membuka pikiran untuk menyesuaikan diri dengan proses kerja aplikasi lain.

3. Menggunakan Save as Ketimbang Template

Template tidak hanya mempercepat saat kita membuat gambar baru. Template juga menjaga standard yang kita tetapkan. Selain itu, juga menjaga agar file tetap efisien. Kontra dari penggunaan template adalah membuka file yang sudah ada, dan dirasa sudah sesuai standardnya, lalu di save as, dan dihapus objek yang tidak perlu.

Saya sudah pernah ulas bahwa cara ini sering mengakibatkan file corrupt.

4. Tidak Menggunakan Block

Block merupakan tool yang sangat baik untuk mengelompokkan objek. Satu grup dapat merepresentasikan satu objek yang lebih kompleks. Selain mempermudah pemilihan saat modifikasi objek seperti move, copy, dan sebagainya, mengedit satu block akan direpresentasikan pada seluruh block yang sama. Bahkan lebih jauh, kita dapat membuat report terkait dengan objek block, seperti membuat bill of quantity atau BOM.

Bayangkan jika kita menerima gambar yang sama sekali tidak menggunakan block. Selain memilih objeknya menyulitkan, jika terjadi perubahan juga akan sangat memakan waktu karena harus mengubahnya satu-persatu.

5. Tidak Menggunakan Standard

Bayangkan jika anda menerima beberapa gambar dari satu perusahaan. Namun gambar satu dengan lainnya tampak tidak sama. Tidak standar. Tentunya hal ini akan tampak buruk bagi perusahaan. Ini memang gambar dari perusahaan itu, atau ‘diasongin’ ke perorangan?

Lebih jauh, penggunaan standard juga akan mempermudah dalam kerja tim. Bahkan dengan perusahaan lain.

6. Membuat Objek yang Bertumpuk

Saya tidak tau bagaimana cara kerjanya, tapi saya sering menerima gambar yang objeknya saling bertumpuk. waktu saya modify, seperti erase atau trim, kok masih ada objek-objek lain… Meski seperti disebutkan Uda Af kita dapat menggunakan overkill, namun hal ini tetap akan memakan waktu. Dan jika kita tidak aware akan adanya objek lain, hal ini bisa mengganggu saat melakukan snap, sampai kesalahan saat melakukan data extraction.

7. Mengedit Teks Dimensi

Saya pernah juga menerima gambar yang ternyata dimensinya textnya diedit. Hal ini memang disediakan agar lebih fleksibel saat membuat dimensi. Namun sayangnya ada beberapa yang memanfaatkannya saat gambarnya tidak presisi. Daripada memperbaiki gambarnya, dia mengedit teks dimensi agar tampak presisi!

8. Menskala Objek dan Menggunakan Dimension Scale Factor

Bagaimanakah anda mencetak gambar anda? Dari model atau layout/paperspace? Jika gambar semakin kompleks, anda dapat mengoptimalkan layout agar tidak perlu menggambar berkali-kali untuk menampilkan satu area. Anda dapat mengaturnya dengan viewport, termasuk jika menunjukkan gambar detail.

Yang bikin lebih pusing, jika ada gambar di modelspace yang berbeda skala. Gambarnya di scale, dan dibuat style yang berbeda. Lalu untuk dimensinya digunakan scale factor agar ukurannya benar. Menurut saya ini memusingkan dan tidak efektif. Apalagi kalau satu modelspace memuat belasan lembar gambar… whew…

Lebih rapi kalau kita lihat di layout dalam bentuk TAB. Kita bisa memberikan deskripsi pada TAB agar lebih nyaman mencari gambarnya. Dan tentu saja, dengan menggunakan layout kita dapat menggunakan sheetsets dengan mudah.

9. Tidak menggunakan eTransmit

ETransmit merupakan ‘tool wajib’ saat anda mengirimkan file. Salah satu keuntungannya, jika anda menggunakan XREF, semua file akan terbawa tanpa perlu khawatir ada yang tercecer. Namun tidak hanya itu, jika anda menggunakan text yg tidak standard, file itupun akan terbawa. Termasuk jika anda menggunakan image map untuk rendering. Cukup membuat frustasi jika menerima file yang menggunakan XREF atau file lain tapi filenya tidak ada. Atau kalaupun ada, struktur foldernya ngaco, sehingga harus dilink kembali satu-satu.

Biasakan menggunakannya saat anda mengirimkan file!

10. Tidak Mengatur UNITS

Meski tampak sepele, mengatur UNITS adalah hal penting dalam menggambar. Jika anda telah membiasakan diri menggunakan template, standard ISO telah memiliki UNITS mm. Hal ini penting karena dengan cara inilah AutoCAD memanage file-file yang ada. Jika anda menginsert block dalam unit inch, maka AutoCAD akan secara otomatis menyesuaikan skalanya secara proporsional. Jika tidak, setelah diinsert, anda masih harus menyesuaikan ukurannya.

DWG telah menjadi standard bagi banyak aplikasi CAD. Aplikasi yang lebih canggih umumnya telah bisa menginsert atau open file DWG. Namun jika unitnya tidak diketahui dengan benar, jadi pe-er buat yang nerima file untuk memeriksanya lebih dulu.

Kesimpulan

Dalam menggunakan AutoCAD, kita tidak hanya berpikir untuk selesai menggambar secepatnya. Namun gambar itu harus mudah direvisi. Dan juga mudah dipahami orang lain. Karena seringkali kita tidak bekerja sendirian. File itu harus dilihat juga oleh orang lain. Usahakan menerapkan sistem yang baik agar pekerjaan kita dapat berjalan dengan lancar.

Ditulis oleh Edwin Prakoso

Mendalami beberapa aplikasi CAD, termasuk MicroStation, PowerCivil, MXRoad, AutoCAD, Revit Architecture, Inventor, CATIA, dan beberapa aplikasi lainnya. Berpengalaman sebagai instruktur sejak tahun 2005 sampai sekarang. Termasuk di Autodesk Authorized Training Center. Memiliki sertifikasi CATIA Part Design specialist dan Autodesk Revit Architecture 2010 certified professional. Butuh informasi lebih lanjut? Hubungi lewat form ini.

Popularity: 6%

Tulisan Terkait

«
»

50 Diskusi

  1. Jemmy says:

    Artikel ini banyak membantu saya, tapi ada ngga software plugin untuk mencari link Xref yang hilang ??? ato bisa dapat menemukan lokasi berada file tersebut ?

  2. Edo says:

    Kalau nyari XREF yang hilang sih satu-satunya cara ya dicek satu-satu linknya… Merepotkan memang. Karena itu saya memasukkan eTransmit sebagai salah satu tool wajib untuk digunakan. Biar XREF-nya gak kececer waktu mengirimkan file.

  3. udaaf says:

    Kayanya ada yang kelupaan dah. Kebiasaan para cader memprint di model bukan di layout. Sehingga beberapa tools/feature yang seharusnya bisa dioptimalkan tidak digunakan. Misal seperti annotation scale.

  4. Edo says:

    To: uda Af,
    Betul… penggunaan layout itu termasuk di no. 8… :)

  5. supri says:

    Mas Edo,

    Mohon izin menambahkan yaa :)
    - Control C – Control C – Control C(Sama dengan no.2)
    - Kurang menghayati hirarki tebal tipis, jadi gambar terpotong dan tampak kadang tidak ada bedanya.
    - Tinggi text yang terkadang tidak terlalu diperhitungkan, padahal hal yg cukup penting untuk presentasi gambar.

  6. Edo says:

    To Supri:
    Silahkan, makasih buat masukannya…
    ctrl C? Apa banyak yang pakai? Buat apa tuh?
    Sebetulnya yg dua lagi lebih ke arah standard drawing, bukan penggunaan AutoCADnya sendiri. Tapi ya, kesalahan2 itu jg sering dilakukan…

  7. supri says:

    :)
    Cancel bawaan dari Cad versi lawas kali yah Mas.

  8. Edo says:

    Oooo… gitu…
    Pasti waktu AutoCAD masih versi DOS. Gak pernah ngalamin sih.
    Dulu [ctrl] + C memang artinya break.
    Berarti mas Supri ini udah senior banget ya… minimal pernah pake R12 atau lebih lawas…

  9. ady says:

    [ctrl] + C bukan nya sama dengan “copy” dalam office, gw sering pake command tersebut untuk masukin file block yang kadang gak bisa di insert ato buat copy object kedalam object block, kadang juga buat copy object dari satu file gambar ke gambar yang lain kalo ge males pake insert command ( pengalaman pribadi yang masih diterapin)

  10. Edo says:

    Iya, sejak di Windows memang [ctrl] + C artinya copy to clipboard. Tapi dulu waktu di DOS artinya break.

  11. Ummm…MAS EDO… waktu itu pernah saya memasuki sebuah perusahaan.trus operator CADnya meng-print gambar dengan memakai layout, nah sewaktu saya mengukur suatu area yang tidak ada dimensinya dengan menggunakan pengaris SCALA..hasilnya penjumlahan memalui scala tidak sama dengan ukuran sebenarnya
    bukankah seharusnya bila kita mengukur suatu objek di gambar, lalu kita kali kan dengan scala yang tertera pada gambar, hasilnya ukuran sebenarnya dari suatu object tsb.
    atw para operator tsb salah memakai layout?hehehehe

  12. Edo says:

    To Aulia,
    Harusnya sih skalatis. Besar kemungkinan, dia nyetaknya ‘scale to fit’ alias diskala asal-asalan biar muat di kertas… Klo enggak, ya mungkin dia salah nyeting cetaknya…

  13. botak says:

    kenapa gak bisa download format dari autocad

  14. DIKY says:

    Gmana ya cranya kita mengambar 1 gambar di model dan hasilnya dpt dibuat skala yang sesuai yang diinginkan(kbutuhan)

  15. Edo says:

    To Diki:
    Caranya dengan menggunakan layout/paperspace…

  16. unie says:

    pak edo mau tanya ni….mengenai prin di layout dan dmodel, tadi kayanya mendingan di layout bukan di model tapi buat saya kalo prin di layout tu suii (lama…) apalagi kalo banyak…geraknya jadi lamaa, slama in sy pake layout tapi karna malah kelamaan kalo di layout kayanya milih dimodel, atau sebenarnya kelebihanya apa aj kalo ngeprin di layout?…makasih

    • Edo says:

      Banyak :)
      Misalnya menggunakan layer properties yang berbeda di masing-masing viewport, annotation scaling, batch plot, dsb.
      Suwe itu mungkin masalah kebiasaan aja. Bisa dioptimalkan dengan membuat template dan tools2 layout yang ada.

    • andha says:

      stuju. ngeprint di layout dr dulu memang lebih berat n luammaaa loadingnya dibanding di model yg so simple to print. Saya juga pernah terbiasa dgn layout, tapi begitu sering ngeprint dalam jumlah banyak dan saya rasakan memang lebih nyaman di model akhirnya saya tinggalkan tuh layout. memainkan skala gambar dan dimensi di model apa susahnya? asik2 aja tuh.
      btw, saya jg sangat kesal dgn org yg melakukan kesalahan no.1,2 dan 7, dan setuju sekali dengan kesimpulan mas Edo di atas. Thanks infonya

      • andha says:

        sorry, td salah… maksud saya kesalahan no.1,6 dan7.
        dengan ini kesalahan sdh saya ralat, hehe… thanks again, mariiii…

      • Edo says:

        Kalau bekerja sendiri menggunakan model memang gak masalah. Tapi kalau bareng dengan orang lain bisa membingungkan. Dan gak bisa memanfaatkan dengan optimal sheetset manager, layer properties per-viewport, dan annotation scale…

        • Ridwan says:

          sy setuju,…….. kalo kita sendiri kerja di model akan menyulitkan kita bila gambar yang kita buat mempunyai skala yang variatif,….menurut saya lebih efektif kalo pint out kita menggunakan layout dan bukan di model,…terlebih lagi kalo kita kerja sebagai team,…orang lain jadi bingung,…sebagai tambahan, kalo kita print out yang ada tiga dimensinya lebih mudah di layout, tapi tidak bisa print out yang ada gambar 3D nya di model,….trims semuanya,….maju terus tentangcad.com

  17. ogi says:

    Aaaa-aah…
    Ternyata gak bisa asal cepet selese aja ya…
    Harus gampang dicerna orang laen juga…
    Ya-ha!
    tengs berat nih.

  18. mike says:

    salam kenal mas Edo,
    saya baru tau tentangCad dari indodrafter, cukup menambah wawasan saya. terimakasih.
    saya ada masalah cukup menggangu tentang hatch di cad 2009 yg tidak bisa di ‘distance’. gimana ngatasinya ya?
    makasih masukannya.

  19. alifa says:

    Mas saya mo tanya,Agar gambar yg telah kita buat dan tidak bs di edit oleh orang lain bagaimana caranya.
    Terima kasih

  20. anto says:

    gmana carax tampilin gambar di lay out, dan gmana editx?
    thx

  21. Kamalk says:

    Mirip dengan Seven Deadly Sins of AutoCAD Users oleh Mark W. Kiker dari AUGI

  22. Kamalk says:

    mungkin bukan 10 tapi lebih dari 20 kesalahan yang kita perbuat!

  23. hdro says:

    ikut nimbrung ya,,,,,,1 masalah yang pling merpotkan,,,,,ada g sih cara buat standart penggabran,,,,atau kita buat standart penggabran di kalangan drafter n arstek indonesia,,jadi kita tidak akan bingung mangatur tebal garis,,dimesion,,,,,apalagi dalam 1 perusahaan tiap individu punya standart penggambran masing2,,,,dan sangat bingung swaktu kita harus mengedit gambat teman kita yang beda standart dengan standart gambar kita

  24. ridwan says:

    1. Masalah standar…..paling susah kalo masalah ketebalan garis,…..setiap user menentukan ketebalan garis berdasarkan warna yg ditentukan waktu dia ngeprint……..
    2. Di sini kita terima file gambar, tapi dalam bentuk pdf, nah…….susahnya kalo diminta revisi kan ga bisa….sedangkan pdf cuma bisa di baca tapi ga bisa diutak-atik……..so….ada ga sofware yang bisa ngerubah dari pdf ke autocad?…..ato ada cara lain….???? thanks a lot………

    • Edo says:

      1. Makanya mesti diseragamkan. Skrg kan sudah ada stb (style based) selain ctb (color based)?
      2. Ada sih, tapi untuk gambar yang kompleks gak terlalu berguna. Mungkin untuk pemetaan masih kepake, tp utk mesin, arsitektur sih kayanya gak cocok.

  25. reo says:

    Gmana caranya buat nyetak gambar biar kotak pandangan view portnya gak kelihatan, soalnya saat di print kotaknya kelihatan n biar zoomnya tampak sama semua baik pandangan atas, kiri, depan .. maklum masih pemula. Thank’s atas jawabannya

  26. duls says:

    Salam Bos..

    btw ad pertanyaan nih…hehehe,

    sewaktu di MODEL tampilan dimensi nya gak kelihatan pdhal sudah di seting di “DIMENSI-STYLE” tetapi klo di LAYOUT terlihat,,,,knp gitu ya bozzz???hehee

  27. diky says:

    misiii…mo nmpang tanya apa che artinya skala pada gmbr misal =1:25000 n apa standart satuan bwt skala trsbt…makasi…

  28. diky says:

    askum…… q pnya cntoh nya klo da gmbar yg dstu trtulis 1:5000 tu gmna cra plot n baca satuanya…..thanx bang

  29. akmal says:

    cara bikin hatch pattern sendiri yang cepat gmn ya? pusing mikirin point2 nya soalnya..

  30. syaiful says:

    saya lbh suka ngeplot di layout lebih gampang dengan MV,MS tentuin skalanya dan PS lgsg keluar deh hasil printnya. tp skrn saya pake model mlh jd bingung nih

  31. asnee says:

    saya suka kesulitan ngeprint pake lay-out, kenapa ya?? hasilnya selalu beda dengan hasil print via model, walopun sama2 menggunakan output keluarnya 1:100…..mohon sarannya…makasih

  32. ast says:

    lha… esc error itu aku banget Do…. kalau engga 5 kali esc rasanya engga mantep tuh…. ada obatnya engga ?

  33. Ari says:

    Makasih atas infonya? Mo nanya nech, berapa ya tebal garis standart, misal garis gambar berapa, garis dimensi berapa dsb?

  34. bient says:

    …, numpang tanya, knapa ya klow d lay out garisnya kadang g sama ky d model…, misal : di model garis putus2, tp d lay out jd garis lurus…,atow bahkan g kluar.pdhl menurut saya setingnny udah bener…., mohon sarannya….,trims…,

  35. Didin says:

    Salam kenal…
    Mau tanya pak, kenapa objek gambar hilang sewaktu di layout paper space? padahal di model ada tuh objek gambarnya (garis dan lengkung). terima kasih atas bantuannya…

Ayo Diskusikan di Sini!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>