Mengoptimalkan perintah break (bagian 1)

Bila kita ingin memisahkan atau memotong obyek 2D seperti line, arc, circle, polyline, ellipse, splines, dan donuts. Berbagai cara bisa digunakan. Salah satunya dengan perintah break.

Sebelumnya kita harus mengetahui step-step standar perintah ‘break’. Step-step standarnya adalah sebagai berikut:

Cara pertama:
;;; 1. Memilih obyek yang di ‘break’
Select object:
;;; 2. Memilih titik ‘break’ yang kedua
Specify second break point or [First point]:

Pada langkah pertama anda memilih obyek dan posisi anda memilih obyek tersebut menjadi titik awal dari perintah ‘break’. Pada langkah kedua anda memilih titik kedua. Jarak titik awal dengan titik kedua menjadi gap antara dua obyek yang terpisah oleh perintah ‘break’ ini.

Cara kedua:
;;; 1. Memilih obyek yang di ‘break’
Select object:
;;; 2. Memilih opsi untuk pilihan titik pertama
Specify second break point or [First point]: f
;;; 3. Memilih titik ‘break’ pertama
Specify first break point:
;;; 4. Memilih titik ‘break’ kedua
Specify second break point:

Cara kedua ini anda pada step pertama hanya memilih obyek. Pada step kedua memilih opsi untuk menentukan titik pertama dan kedua dengan cara memasukkan ‘f’ dalam command. Step ketiga dan keempat memilih titik pertama dan kedua.

Kalau anda amati cara pertama dan kedua menghasilkan efek yang sama tetapi cara kedua terlalu panjang selain itu juga harus memasukkan opsi ‘f’… lalu mengapa AutoCAD tetap mempertahankan cara kedua dalam perintah ‘break’?

Menurut saya begini…

Kelemahan pada cara pertama adalah pada step 1 anda masuk pada mode ‘select object:’ sehingga ‘osnap’ tidak aktif. Sehingga anda kurang leluasa menentukan titik pertama. Anda harus mengaktifkan osnap sendiri dengan toolbar osnap atau cara yang lain.

Pada cara kedua pada pemilihan titik kedua masuk mode ‘specify point’ sehingga ‘osnap’ aktif.

About Anang Susanto

Nama aslinya sih… Anang Susanto. Saat awal kuliah di Sipil D3 ITS Surabaya, karena di kelas terlalu banyak yang namanya Anang. Atas saran teman2 dipanggil nama belakangnya semua, jadilah Santos sampai sekarang. Lahir di Aceh, tapi sejak TK udah di Jawa. Mengenal CAD, karena dulu sering diminta tolong menggambarkan saat masih SMKN di Sidoarjo. Keterusan jadi drafter freelance sampai sekarang. Waktu kecil pernah bermimpi jadi penulis. Tapi kata orang, gak ada bakat. He… he… Sekarang jadi penulis deh…

Iklan

Diskusi

Diskusi