Mendefenisikan kamera merupakan hal yang juga sangat penting untuk keperluan representasi desain. Posisi kamera yang tepat dan unik, akan membuat desain anda diekspose lebih baik. Di bagian ini akan dibahas bagaimana anda dapat mengekspos penempatan dan visualisasi dengan kamera di Revit.
Mengatur kamera di Revit sangat mudah. Sekali lagi saya katakan, jika anda sudah dapat menyelesaikan model desain anda, sisanya sangat mudah untuk dilakukan. Bisa dikatakan, bagian bersenang-senangnya saja.
![]()
Sekarang coba aktifkan kamera pada tab view, di design bar.
Untuk mendefenisikan kamera, pada dasarnya anda cukup mengklik 2 kali: pertama akan mendefenisikan posisi kamera, dan kedua mendefenisikan arah pandang kamera.

Misalkan pada contoh ini saya mengambil defenisi kamera seperti di atas. Begitu saya mendefenisikan titik kedua, Revit akan membuka sebuah view baru, 3D perspektif dari kamera yang kita defenisikan.

Klik dan drag grips yang ada pada sisi-sisi boundary untuk memperluas/mempersempit area yang ingin ditampilkan. Setelah selesai, anda mungkin ingin menyembunyikan boundary anda. Itu saja. Mudah sekali!
Anda dapat mendefenisikan kamera di mana saja. Bahkan untuk interior. Anda cukup meletakkan kamera di posisi yang anda inginkan.
Bird Eye Elevation View
Kali ini kita akan mendefenisikan Bird Eye Elevation View.
![]()
Sebelum anda kembali mendefenisikan kamera, coba aktifkan kamera dan lihat option bar. Perhatikan bahwa secara default, tinggi kamera adalah 1750 mm dari level acuan. 1750 kita-kira tinggi mata manusia. Sekarang, kalau kita ingin mendefenisikan bird eye view, mudah saja bukan?
Ganti ‘from’ menjadi level tertinggi di desain anda. Dan ganti offset kira-kira beberapa meter di atas level tersebut. Kemudian letakkan kamera anda. Jangan lupa atur crop boundary anda.
Fine Tuning Posisi Kamera
Masih ada satu masalah. Seringkali posisi kamera masih belum pas, belum sesuai dengan keinginan kita. Jika anda telah mencoba melakukan ‘orbit’ dengan menahan [shift] dan klik tengah mouse, mungkin tahu bahwa anda bisa melakukan ‘fine tuning’ dengan cara ini. Tapi cara ini hanya efektif jika fine tuning yang anda lakukan tidak terlalu besar perubahannya.
Coba atur posisi view window anda seperti ini. Sehingga anda dapat melihat perspektif, denah (plan), dan elevation sekaligus.

Klik kanan 3D view anda pada project browser dan pilih show camera dari context menu. Pada plan dan elevation akan tampak posisi dan target kamera anda. Klik dan drag posisi dan target kamera sampai anda puas dengan representasi desain anda. Anda akan melihat perubahan ini langsung pada perspektif. Jika anda kesulitan melihat posisi kamera, anda dapat nonaktifkan crop view lebih dulu
.
Challenge: Sekarang, anda mungkin ingin mencoba mendefenisikan kamera ‘low angle’?

Sectional Perspective/3D
Cobalah buat satu kamera lagi. Ambil dari depan lurus ke arah bangunan. Kali ini klik kanan pada project browser, view yang baru anda buat, pilih properties.

Di properties ini, aktifkan section box. Klik OK untuk menutup dialog ini. Anda akan melihat box di sekeliling model anda.
![]()
Klik dan drag control untuk mengubah ukuran section box ini. Gerakkan bagian depan sampai box memotong model bangunan anda.

Jangan lupa sembunyikan sectional box agar saat anda cetak tidak ikut tercetak.
Popularity: 1%Selanjutnya:
- Anda menyukai tutorial-tutorial kami? Dapatkan kumpulannya dalam CD e-book!





Terimakasih atas tutor camera….. selanjutnya saya tunggu
I’ll try.
tegkyu dengan artikel anda,
anda telah membantu saya dalam pengerjaan tugas khusus saya
minta sofwerx dong