Mengenal Design Phase

Dalam Kategori: Revit
16 December 2008, 9:03 am | oleh: Edwin Prakoso | 5 Komentar | 599 views

Dalam suatu desain arsitektur, seringkali anda harus mendesain project yang akan dikerjakan dalam beberapa tahap. Bisa rencana extension, atau mungkin anda harus melakukan desain untuk renovasi bangunan eksisting. Revit mendukung desain ‘multi-phase’. Anda dapat membuat desain anda dalam beberapa phase, memisahkan gambarnya, dan juga schedulenya.

Katakanlah sekarang anda punya desain existing. Cobalah pilih salah satu elemen bangunan, seperti dinding. Klik properties, dan lihat properti elemen tersebut.

phase.jpg

Secara default, objek yang anda buat akan dibuat dengan status dibuat pada phase ‘new construction’. Jika anda memiliki bangunan existing, anda dapat menggantinya dengan ‘existing’. Perhatikan bahwa jika anda menggantinya menjadi existing, maka gambar elemen bangunan itu akan ditampilkan dengan warna abu-abu.

Sekarang coba ganti lagi elemen bangunan lain phase creatednya ‘existing’ dan phase demolished-nya ‘new construction’. Coba pula ganti phase creatednya ‘new construction’ dan phase demolished-nya ‘new construction’. Perhatikan bahwa perubahan phasing ini akan mempengaruhi bagaimana elemen anda ditampilkan.

phase diff.jpg

Perhatikan pula gambar berikut. Dinding ini dibuat pada existing, sementara pintunya dibuat pada new construction. Revit secara otomatis memberikan garis putus-putus pada bagian dinding yang harus dihancurkan (demolish). Sangat membantu!

wall and door.jpg

Anda dapat mendefenisikan object yang akan didemolish dengan cepat, yaitu dengan mengklik demolish demolish.jpg. Dengan mengklik tombol ini maka elemen bangunan akan didefenisikan didemolish pada phase sekarang, yaitu new construction. Jika anda ingin mendefenisikanya secara berbeda, anda harus mengaturnya pada element properties.

Secara default, Revit template menyediakan 2 phase. Yaitu existing dan new construction. Lalu bagaimana jika anda punya lebih dari 2 tahap konstruksi? Katakanlah tahap 1, tahap 2, dan tahap 3? Anda dapat melakukan kostumisasi melalui menu setting>phases… Anda dapat menambahkan beberapa phase lagi jika diperlukan.

Anda sudah lihat bagaimana elemen bangunan ditampilkan secara berbeda pada drawing. Anda dapat juga menampilkan jumlah (atau volume) elemen yang didemolish saja. Begitu pula jumlah elemen yang ditambahkan saja (exclude existing dan di demolish). Yang harus anda ingat adalah schedule juga view. Coba buat satu schedule, misalkan wall schedule. Buka view propertiesnya.

phase view.jpg

Perhatikan bahwa anda dapat melihat phase filter. Secara default, ditampilkan semua (show all). Jika anda ingin menampilkan hanya yang didemolish saja, sayangnya belum ada phase filter yang bisa langsung dipakai. Cobalah tutup dialog ini, dan buka kembali setting>phases…. Coba buka tab phase filters.

Anda dapat menambahkan satu filter seperti ‘demolish only’, dan mengatur agar hanya elemen yang didemolish yang ditampilkan.

demolish only.jpg

Cobalah aplikasikan phase filter ini di schedule anda, dan lihat apa yang terjadi.

Ditulis oleh Edwin Prakoso

Mendalami beberapa aplikasi CAD, termasuk MicroStation, PowerCivil, MXRoad, AutoCAD, Revit Architecture, Inventor, CATIA, dan beberapa aplikasi lainnya. Berpengalaman sebagai instruktur sejak tahun 2005 sampai sekarang. Termasuk di Autodesk Authorized Training Center. Memiliki sertifikasi CATIA Part Design specialist dan Autodesk Revit Architecture 2010 certified professional. Butuh informasi lebih lanjut? Hubungi lewat form ini.

Popularity: 1%

Tulisan Terkait

«
»

5 Diskusi

  1. missing scale says:

    wah, canggih ya,

  2. Edo says:

    Makanya pake Revit dong :)

  3. kuswendi says:

    hebat mas edo ane juga lagi nekunin nih

Ayo Diskusikan di Sini!

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>