Autodesk Project Butterfly

Beberapa hari yang lalu saya menerima email dari Asaf Sagi, Autodesk product manager di Project Butterfly: http://butterfly.autodesk.com. Dia mengundang saya untuk mencoba project ini. Sesudah saya coba, saya sangat terkesan dengan apa yang bisa dilakukan project ini. Awalnya saya pikir ini seperti Google docs lah. Bisa bikin file, edit, save, upload-download, dan share. Tapi ternyata tool ini juga menyediakan online collaboration!

project_butterfly

Interface

Tampilan Butterfly mirip AutoCAD yang disederhanakan. Pakai ribbon, tapi gak pakai classic interface ;) Pengguna AutoCAD mestinya gak terlalu kesulitan menggunakannya. Gak persis sama, tapi fitur-fitur dasar bisa dipake.

project_butterfly_interface

Memasukkan koordinat juga gak segampang di AutoCAD. Misalnya untuk lines, hanya bisa memberikan input jarak.

butterfly_line_tool

Untuk rectangle lebih baik.

 butterfly_rectangle_tool

Supported Files

Project ini jelas untuk AutoCAD users. Hanya file DWG yang bisa dipakai, dan tentunya file-file yang dibutuhkan DWG seperti raster image, plot styles, dan fonts.

butterfly_supported_files

The Collaboration Tool

Yang paling menarik tentunya fitur kolaborasi. Meski tidak ada info tentang jumlah user yang bisa bekerja bersamaan, tapi fitur ini sangat menjanjikan. Saya mencoba kolaborasi dengan pak Aan. Di ribbon, kita bisa lihat siapa saja yang bekerja di file itu.

collaborate

Untuk bekerja sama, tentu harus ada fitur chat. Sayang gak ada fitur audio. Mungkin mencegah penurunan performance, karena akan banyak menggunakan bandwith.

chat

Di layar, kita bisa melihat pointer rekan kita dan apa yang dilakukannya. Keren!

your_colleague_pointer

Sedikit Opini

Autodesk Project Butterfly jelas collaboration tool yang menjanjikan. Saat ini project ini masih free, tapi Autodesk akan segera memberikan harga untuk project ini. Asaf menyebutkan setidaknya project ini akan free setidaknya selama 6-12 bulan.

Untuk drafting tool rasanya dibandingkan AutoCAD masih jauh. Tapi kalau kita memang tidak butuh AutoCAD secara intensif, Butterfly rasanya bisa jadi alternatif. Paling tidak gak perlu install, licensing, dan memaintain upgrade.

Kita cuma butuh browser dan koneksi internet. Pakai Mac atau Linux? Gak ada masalah!

About Edwin Prakoso

Application engineer yang menangani berbagai software CAD. Tersertifikasi sebagai Revit Architecture 2010 certified professional dan CATIA part design specialist.
Juga aktif di komunitas CAD internasional, seperti menjadi AutoCAD expert of the week di AutoCAD Exchange, menulis di Augi World dan juga di blog berbahasa Inggris CAD Notes.
Bagi teman-teman yang suka ngeblog, juga bisa mengunjungi blognya di Tentang Ngeblog.

Iklan

Diskusi

Diskusi

Trackbacks

  1. [...] anda sudah mengikuti tulisan di TentangCAD, anda mungkin sudah membaca mengenai project Butterfly. Sekarang project ini sudah hilang, keluar dari versi beta, dari kepompong jadi kupu-kupu yang [...]