25 May, 2013

5 Mitos mengenai software bajakan

computer-virus.jpg

Kemarin di grup facebook, ada diskusi seru soal software bajakan. Saya pikir terlalu panjang kalau diteruskan di sana, jadi saya coba meneruskan menulis pendapat saya di sini.

computer virus

Banyak yang menggunakan bajakan dengan berbagai alasan. Beberapa diantaranya jadi dipercayai yang lain dan menjadi ‘mitos’. Beberapa yang sering saya dengar, saya tulisan di bawah ini.

Software bajakan mencerdaskan bangsa

Hampir semua pembuat software memiliki license atau harga khusus untuk edukasi. Banyak diantaranya dibagikan secara gratis. Artinya, jika anda pelajar atau dosen yang ingin menggunakannya untuk proses belajar mengajar, dapat menggunakannya secara gratis. Tanpa bajakanpun anda bisa mencerdaskan bangsa.

Ada beberapa yang beralasan bahwa license edukasi sulit didapat. Hanya untuk yang sekolah/kuliah saja. Alasan utamanya adalah software profesional butuh perlakuan yang khusus. Di sekolah punya kurikulum dan tenaga pengajar untuk belajar software tersebut. Kita tidak bisa begitu saja membeli NASTRAN di ITC misalnya, lalu belajar dalam 3 hari dan mengaku pakar simulasi FEA. Untuk mahir sebuah software profesional, anda butuh waktu yang panjang. Mulai dari pengetahuannya, kemampuan penguasaan software, dan pengambilan keputusan.

Dari sisi pengembang software, saya rasa mereka juga tidak ingin ada yang mencoba-coba software dengan mudah tanpa dibimbing tenaga profesional. Banyak diantara mereka ini akan mengambil keputusan software itu jelek. Padahal mereka yang tidak mempelajarinya dengan benar.

Bajakan tidak mencerdaskan bangsa!

Dengan alasan di atas, menurut saya kita bisa bilang ini hanya mitos. Bahkan menurut saya bisa memperbodoh.

Seorang yang hanya dibekali software AutoCAD misalnya, akan berusaha mengoptimalkan software itu. Karena ia tidak dibekali 3ds Max, Photoshop, dan beberapa software pelengkap lain.

Berbeda yang biasa pakai bajakan. Dia akan menginstall semua software populer di komputernya. Lalu mengerjakan di AutoCAD, setelah itu di render di 3ds Max, lalu di Photoshop, dan seterusnya. Biasanya yang terakhir hanya bisa sedikit ini-itu, dan tidak pernah benar-benar ahli di satu software.

Jadi jika ada yang menulis di resume ahli menggunakan software sampai belasan, kalau dia bukan alien kemungkinan besar dia hanya ‘merasa’ ahli.

Software legal itu mahal

Software legal tidak mahal. Ada yang gratis malah. Yang jadi masalah adalah, banyak yang ingin pakainya software ‘A’ atau ‘B’. Padahal banyak yang bisa anda dapatkan dengan gratis atau murah. Misalnya Libre Office sebagai pengganti Microsoft Office. DraftSight sebagai alternatif AutoCAD.

Yang lebih terjangkau misalnya Corel CAD, ProgeCAD, dll.

Software legal itu tidak mahal

Software legal dianggap mahal karena kita belum melihatnya sebagai investasi yang layak. Padahal kita bisa mengeluarkan uang untuk beli ponsel atau laptop dari harga 5-15 juta dengan mudah. Umur hardware paling-paling 2-3 tahun. Setelah itu keliatan jadul atau sudah rusak.

Untuk harga software dengan kisaran itu, banyak yang keberatan padahal umurnya seumur hidup.

Seandainya software tidak bisa dibajak, apakah anda akan memilih mesin ketik daripada beli Microsoft Word? Apakah anda akan memilih meja gambar ketimbang AutoCAD?

Semua pakai bajakan, gak apa-apa kok

Ah, si itu pakai bajakan gak pernah kena razia tuh. Perusahaan itu aman-aman aja. Apalagi perorangan.

Sebetulnya pakai bajakan selalu beresiko. Razia tidak hanya dilakukan untuk memaksa anda beli software asli, tapi bisa juga untuk shock therapy. Kalau ada razia software bajakan ke tetangga anda, minggu besoknya mungkin satu RT atau satu kelurahan akan segera beli software asli dan membuang yang gak perlu bukan? Tentunya anda tidak ingin anda yang kena razia itu…

Gak ada ruginya pakai software bajakan

Apakah anda pernah menggunakan key gen atau sejenisnya? Kalau anda menginstall anti virus yang cukup bagus, biasanya file itu di blok atau malah dihapus. Kalau anda mengirim ke Gmail, maka akan block Google.

Karena file tersebut memang biasanya berbahaya. Mereka tidak menyebarkan software itu dengan gratis tanpa mengharapkan imbalan apapun bukan?

Biasanya software-software itu berisikan malware, yang bisa mengambil data sensitif di komputer anda. Mulai dari email, file, sampai transaksi perbankan.

Selain itu, negara kita termasuk buruk ratingnya dalam pembajakan. Karena itu seringkali diblokir oleh beberapa penyedia layanan online. Misalnya NetFlix dan Spotify, tidak mau melayani Indonesia. Banyak layanan dan pengembang software yang enggan merilis produk mereka di Indonesia.

Sebaliknya untuk hardware, di Indonesia dijual BlackBerry, iPhone, mobil, motor dan semua yang gak bisa di ‘crack’. Sebetulnya menyedihkan kalau gara-gara ini Indonesia dibuat selalu jadi bangsa konsumtif. Dan dibatasi aksesnya ke software produktif.

Beli software cuma memperkaya kapitalis saja

Saya pernah dengar alasan ini. Ada yang tidak terima dan menganggap harga software kemahalan dan hanya memperkaya golongan tertentu saja. Secara logis, setiap perusahaan pasti berusaha mencari profit. Termasuk jika anda membeli smartphone, tablet, atau laptop. Saya tidak mempertanyakan atau menentang logika ini. Mungkin ia memang mempercayainya. Tapi kalau itu alasannya, mestinya ia tidak membeli barang-barang konsumtif dan gadget juga bukan?

Sebenarnya, software sampai terinstall di komputer anda punya jalan yang cukup panjang. Dan banyak yang terlibat di sana. Di perusahaan pengembang software sendiri ada CEO, developer, engineer, marketing, sampai Office Boy dan Cleaning Service. Setelah itu ada distributor atau partner di berbagai negara. Di sana juga ada dari direktur, sales, teknikal sampai driver dan office boy.

Banyak perusahaan dan badan lain yang tidak langsung juga terlibat. Seperti humas (PR), shipping company, storage, pajak dan semua proses diantara developer dan komputer anda.

Artinya membeli software legal juga menghidupi semua orang-orang di atas. Dan menggunakan bajakan memutus rejeki mereka.

Penutup

Apa yang saya tulis di atas adalah murni pendapat pribadi. Tentu tidak semua setuju dengan pendapat tersebut.

Bagi yang ingin berdiskusi dan sharing pengalaman soal menggunakan software bajakan, silahkan kita diskusikan. Lebih baik kalau diskusi ini berkembang menjadi sesuatu yang positif dan dapat berguna bagi semua.

Mungkin saya dan teman-teman lain bisa bantu bagaimana agar anda bisa menggunakan software legal. Alternatif apa saja yang tersedia, dan sebagainya.

Autodesk desktop companion: Upload dan sync data CAD

Autodesk_360_desktop_companion.png

Anda menggunakan Dropbox? Dropbox sangat populer untuk sinkronisasi file antar komputer. Jika anda menginstall Dropbox di satu komputer, lalu menyimpan file di folder dropbox, maka file tersebut akan diupload otomatis ke layanan mereka. Jika anda mengintall dan login di komputer lain yang juga terinstall Dropbox, maka file-file tadi akan di download ke komputer itu juga. Artinya anda bisa mengakses file-file penting di mana saja. Saya hampir tidak pernah menggunakan USB drive sejak menggunakan Dropbox. Bagi yang ingin mencoba Dropbox dapat mencoba di sini.

Jika anda menginstall AutoCAD, Inventor, atau Showcase 2014 maka anda juga akan mendapatkan Autodesk 360 Desktop Companion. Cara kerjanya mirip dengan Dropbox. Anda akan melihat folder Autodesk 360 di Windows Explorer.

 

Autodesk_360_desktop_companion

Di Windows notification area, anda juga akan melihat icon Autodesk 360. Anda bisa mengklik kanan dan sign in dari sana. Jika anda sudah familiar dengan Autodesk 360 sebelumnya, anda tentu tahu sebelumnya anda bisa login dari dalam aplikasi AutoCAD atau produk Autodesk lainnya.

sign_in_to_Autodesk_360

Yang paling menarik dari Autodesk 360 Desktop companion adalah anda dapat mengkopi file DWG ke folder itu, dan ia akan mencari file-file terkait. Jika anda punya XREF yang digunakan file tersebut, plot styles, fonts, dsb.

Berikut adalah dialog pop up yang meminta konfirmasi anda setelah mengkopi file ke folder Autodesk 360.

linked_files_report

Hal ini akan memudahkan anda mengkopi file dari satu komputer dan share file itu ke rekan kerja atau untuk anda kerjakan secara mobile. Dari iPad atau tablet, bahkan dari browser saja.

Kenapa ikut sertifikasi profesional untuk CAD?

autocad_certified_professional.png

Bulan lalu, saya mengikuti sertifikasi profesional AutoCAD 2013. Menambahkan satu lagi koleksi saya.

autocad_certified_professional

Banyak yang bertanya-tanya, apakah keuntungan sertifikasi CAD? Kenapa saya harus ikut?

Jenis sertifikasi

Sebetulnya saya dulu sudah pernah menjelaskan bahwa sertifikat itu ada dua jenis: certificate of completion dan certificate of recognition.

Certificate of completion

Certificate of completion adalah sertifikat yang menunjukkan bahwa anda pernah ikut training atau workshop. Beberapa organisasi memberikan nilai untuk sertifikat seperti ini. Namun kenyataannya, setelah ikut training kita tidak tahu apakah memang kita sudah menguasai software tersebut atau belum.

Certificate of recognition

Sertifikat ini merupakan pengakuan. Sertifikasi profesional termasuk yang satu ini. Sertifikat ini kalau mau diambil analoginya seperti SIM (Surat Ijin Mengemudi). Anda diakui bisa menyetir, tapi anda belum tentu pengemudi yang baik.

Kalau anda punya sertifikasi profesional AutoCAD, berarti anda diakui bisa menggunakan AutoCAD. Tapi tidak berarti anda jago AutoCAD.

Jadi sertifikasi ini ‘kasta’ nya lebih tinggi dari pada sertifikasi training.

Sebetulnya ada satu jenis sertifikasi lagi di Autodesk, yaitu certified user. Namun setahu saya tidak terlalu populer di Indonesia.

Kenapa mengikuti sertifikasi?

Lho, kalau tidak bisa meyakinkan orang anda jago menggunakan software itu, buat apa ikut sertifikasi?

Banyak yang menyebutkan bahwa dia bisa menggunakan 3ds Max, Revit, AutoCAD, SketchUp dan sebagainya di CV/resume. Kenyataannya, banyak yang menggunakannya hanya setengah-setengah.

Dulu saya punya rekan kerja yang melakukan 3D modeling di SketchUp. Namun untuk drafting dan detailing dia lakukan di AutoCAD. Rendering di 3ds Max.

Kalau anda minta dia membuat 3D model dan rendering sepenuhnya di 3ds Max, maka dia akan kelabakan. Jadi meski dia jago rendering, dia belum bisa dikatakan menguasai 3ds Max sepenuhnya.

Di beberapa perusahaan, mereka tidak selalu mengijinkan kita punya banyak software hanya untuk menyelesaikan satu tugas saja. Mengingat harga software yang lumayan mahal. Jadi mereka minta semua diselesaikan di software yang diberikan ke anda saja. Nah, kebayang kan… kenapa perlu adanya sertifikasi?

Saya sendiri belum pernah menggunakan sertifikasi itu untuk melamar kerja di perusahaan lain. Apakah ada rekan-rekan yang pernah menggunakan sertifikasi sejenis (tidak perlu Autodesk) untuk melamar kerja? Apakah memang membuat perbedaan dengan yang tidak punya sertifikasi?

Menggunakan Autodesk Vasari: desain konsep yang lebih dari sekedar visual

wind_tunnel_analysis.png

Membuat konsep massa bangunan adalah pekerjaan yang umum dalam pekerjaan seorang arsitek. Tujuannya adalah memberikan bentuk awal pada owner. Software yang cukup populer untuk melakukan pekerjaan ini adalah Trimble SketchUp.

Namun SketchUp terbatas untuk keperluan visual saja. Padahal banyak hal yang ingin diketahui owner pada tahap ini.

Ada satu software dari Autodesk yang dapat anda gunakan untuk tahap awal konseptual ini, yaitu Autodesk Vasari. Software ini masih dalam tahap beta 2, dan masih dapat digunakan secara gratis sampai tanggal 31 Mei 2013.

Mass Floor

Salah satu fitur yang mungkin telah anda telah ketahui, jika anda menggunakan Revit adalah mass floor. Mass floor memungkinkan anda menghitung berapa luas lantai, keliling, dan volume gedung meskipun baru berupa massa bangunan.

mass_floors

Kenapa owner membutuhkan informasi ini? Anda dapat menunjukkan selain bentuk gedung yang disukai owner, juga luas area yang dapat disewakan. Jadi owner dapat menghitung berapa potensi income dari penyewaan gedung.

Berikut laporan dari mass floor yang saya coba.

mass_floor_report

Location settings

Vasari sudah memiliki fasilitas untuk mendefenisikan lokasi. Pada contoh berikut, saya mendefenisikan project saya ada di jalan Gatot Subroto, Jakarta.

vasari_location

Memangnya kenapa lokasi diperlukan? Lokasi menentukan data dari banyak hal yang ingin anda analisa. Seperti suhu, arah angin, dan sebagainya.

Wind rose data

Begitu saya defenisikan lokasi, saya bisa segera memeriksa wind rose di lokasi tersebut.

vasari_wind_rose

Wind tunnel analysis

Karena saya sudah punya data arah angin di lokasi, saya bisa memeriksa bagaimana gedung tersebut jika diuji di virtual wind tunnel. Anda pernah melihat bagaimana pesawat terbang atau mobil F1 diuji di terowongan angin? Kira-kira ini sama seperti itu, namun secara virtual.

wind_tunnel_analysis

Solar radiation analysis

Saya juga dapat melakukan analisis radiasi matahari. Sekali lagi, ini menggunakan data real dari lokasi project saya.

solar_study

Laporan Analisis Lengkap

Jika anda ingin menampilkan hasil analisis secara lengkap, anda dapat mengeksportnya ke format pdf. Anda bisa menghitung berapa banyak energi karbon yang dihasilkan gedung, kebutuhan energi gedung rata-rata, dan sebagainya.

Data yang sangat lengkap hanya dari bentuk bangunan saja!

analisis_gedung

Integrasi dengan Revit

File yang dihasilkan oleh Vasari adalah RVT, yaitu file yang sama dengan Revit. Jadi setelah anda selesai dengan konsep bangunan dan disetujui owner, anda dapat memberikan file tersebut ke arsitek yang kemudian melanjutkannya di Revit. Jadi tidak harus dibuat lagi dari awal untuk membentuk desain lengkapnya.

Apakah anda melakukan hal-hal di atas?

Jika ya, anda mungkin tertarik untuk mencobanya. Kenapa tidak, software ini gratis. Meski hanya sampai 31 Mei 2013.

Apa software yang selama ini anda gunakan untuk melakukan hal-hal di atas?

Ikuti survey komunitas CAD online

Kami sedang mengadakan survey untuk pengguna CAD Indonesia. Kami harap anda dapat menyisihkan 5 menit untuk mengisinya. Tujuannya adalah untuk mengetahui karakteristik pengguna CAD di dunia maya. Agar kami dapat membentuk komunitas CAD online yang lebih solid.

Silahkan isi form surveynya di sini.

Survey karakteristik pengguna CAD Indonesia

online-survey.jpg

Completing form using mouse pointer

Saat ini TentangCAD sedang mengadakan online survey untuk mengetahui karakteristik pengguna CAD Indonesia. Tujuannya adalah membentuk komunitas CAD yang solid dan sesuai formatnya bagi Indonesia.

Hasil survey ini akan digunakan juga untuk dijadikan proposal sponsorship jika memungkinkan. Karena itu jumlah peserta survey akan sangat menentukan. Tidak hanya menunjukkan antusias pengguna CAD Indonesia, tapi juga semakin banyak data yang masuk maka hasil survey akan lebih valid.

Karena itu kami sangat mengharapkan anda dapat menyisihkan 5 menit dari waktu anda untuk mengisi survey ini.

Harap bantu juga menyebarkan informasi mengenai survey ini ke teman, saudara bahkan pimpinan anda. Karena komunitas yang akan dibentuk diharapkan tidak hanya menguntungkan bagi individu, tapi juga bagi perusahaan.

Anda dapat menyebarkannya melalui email, facebook, twitter, ataupun secara lisan.

Silahkan klik link ini untuk mengisi form survey.

Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan teman-teman yang mengisi form. Dan juga terima kasih sebesar-besarnya bagi yang sudah menyebarkannya.