Apakah kemampuan pengguna CAD di perusahaan anda sudah baik?

using-computer.jpg

using computer

© Danny Hooks | Dreamstime.com

Seperti yang kita ketahui, setiap tahun Autodesk mengeluarkan versi terbaru produk-produknya. Vendor software CAD lain juga tidak kalah agresif. Bentley bahkan bisa mengeluarkan minor update 3-4 kali setahun.

Dalam setiap update terbaru, tentu ada fitur-fitur baru, baik signifikan ataupun tidak. Apakah pengguna CAD di perusahaan anda sudah menguasai fitur-fitur barunya? Atau masih menggunakannya dengan cara yang sama seperti 10 tahun yang lalu?

Fitur baru (tidak) penting!

Mungkin anda berpikir bahwa fitur baru tidak penting. Kostumisasi dan program buatan anda bisa menyelesaikan dengan cepat. Tapi masalahnya tidak hanya menggambar dengan cepat.

Sekarang gambar dituntut semakin ‘cerdas’ dan tidak hanya harus selesai dengan cepat. Tapi bisa menyimpan informasi dan mudah dimodifikasi. Ini memungkinkan anda membuat Bill of Quantity atau Bill of Material dengan otomatis, misalnya. Cepat dan mengurangi kesalahan penghitungan.

Penggunaan block yang optimal juga mengurangi waktu pembuatan dan modifikasi gambar. Karena anda pasti harus mengedit gambar anda dalam proses desain. Tidak ada desain yang tidak mengalami perubahan dalam proses pembuatannya bukan?

Itu baru bicara AutoCAD. Belum aplikasi lain yang mungkin banyak fiturnya belum anda pahami. Seperti iMates, iPart, iLogic di Inventor. Pembuatan families di Revit. Dan sebagainya.

Jujur, memang tidak semua fitur anda butuhkan. Tapi setidaknya anda perlu mereview apakah fitur itu perlu anda implementasikan dalam pekerjaan sehari-hari atau tidak. Anda perlu tahu apa pengaruhnya pada gambar yang anda terima atau kirimkan ke perusahaan rekanan anda.

Kalau pengguna CAD anda belum memahami annotation scale misalnya, bisa jadi kebingungan saat melihat ada dimensi atau text yang hilang di viewport lain. Bisa banyak waktu yang terbuang hanya untuk memecahkan masalah sepele.

Belum lagi kalau si user berinisiatif mengubah gambar ke cara yang dikuasainya saja. Hal ini bisa merusak gambar atau desain secara keseluruhan.

Mengaudit workflow

Anda perlu berpikir untuk mengaudit apakah alur kerja di perusahaan anda sudah benar. Saya menyukai ide Seth Godin ini. Anda bisa melakukan hal yang sama.

Undang reseller anda, atau orang yang anda anggap menguasai software dan industri anda. Ingat, hanya menguasai software saja tidak cukup. Minta ia melihat bagaimana para pengguna CAD di perusahaan anda bekerja. Bisa selama 1/2 hari atau bahkan 1 hari.

Setelah itu minta ia memberikan quotation untuk training atau mungkin membuat sistem agar anda bisa mengurangi waktu yang terbuang dalam proses desain.

Jika anda tidak ingin membayar orang luar untuk melakukan ini, anda bisa mengundang CAD manager dari perusahaan rekanan yang anda anggap punya sistem kerja yang bagus. Atau bahkan membuat tim RnD internal yang bertugas mereview update software setiap tahun. Cukup 1 minggu setiap tahun, tugaskan tim anda mereview software itu (apapun softwarenya) dan minta mereka mencari tahu apakah versi baru itu punya keuntungan yang bisa segera digunakan.

Lebih jauh, anda mungkin bisa mereview software yang digunakan, apakah software yang anda gunakan sudah memadai, atau anda perlu menggunakan software CAD lain yang lebih tepat?

Aktif di komunitas CAD

Sebetulnya saya dulu punya ide untuk mengembangkan komunitas CAD di Indonesia. Syukur kalau bisa jadi organisasi resmi. Semacam PII atau IAI lah. Supaya para pengguna CAD bisa saling membantu, menunjang komunitas ini. Tidak hanya untuk belajar, tapi lebih jauh bisa sertifikasi nasional, rekomendasi dan informasi pekerjaan, dan sebagainya.

Sayangnya, komunitas CAD di Indonesia terlalu pasif. Hanya dalam mode konsumsi tanpa ikut aktif jadi produsen. Kalau anda coba lihat di situs ini, hanya sedikit yang bersedia ikut menyumbangkan artikel. Sebagian besar justru meminta lebih tanpa ikut aktif berbagi.

Saya harap, kelak komunitas CAD di Indonesia bisa lebih aktif agar cepat berkembang. Siapa tahu bisa jadi kiblat CAD Asia Tenggara…

Project Vasari: Aplikasi Konseptual Desain dan Energy Analysis

vasari_splash_screen.png

vasari_splash_screen

Kalau anda sering membuat model konseptual bangunan, anda pasti akan suka aplikasi ini. Aplikasi ini sepertinya menunjukkan bahwa Autodesk cukup serius di industri ini. Dengan aplikasi ini, anda dapat membuat massa bangunan sebagai konseptual desain dengan cukup mudah.

file_9231

Project Vasari tampak dan terasa seperti Revit. Anda akan memiliki hampir semua perlengkapan Revit untuk konseptual design.

Vasari_ribbon

Tapi tentu saja, anda tidak akan menemukan tools untuk membuat objek arsitektural seperti dinding, pintu, dsb. Anda hanya memiliki conceptual tools. Bayangkan seperti ini: anda menggunakan Vasari untuk membuat konseptual desain. Setelah anda selesai, anda memberikannya ke rekan anda yang menggunakan Revit untuk meneruskannya. Ya, Vasari dapat menyimpan dan membuka file RVT.

Yang paling menarik adalah Vasari terintegrasi dengan analisa karbon dan energi. Seperti yang kita tahu, isu ini sangat hangat di desain arsitektur akhir-akhir ini. Analisis ini tersedia sebagai aplikasi cloud (internet service) jadi anda butuh koneksi internet untuk menggunakannya.

Vasari_energy_analysis

Bagaimana dengan analisa secara desktop (internal)? Vasari punya sun path analysis, seperti di Revit 2011 dan Ecotect.

sun_path_analysis

Aplikasi ini juga punya solar radiation tool. Cukup mengejutkan bahwa solar radiation sangat mudah digunakan, bahkan dibandingkan dengan Ecotect.

solar_radiation

Jadi anda sekarang dapat membuat konsep bangunan secara cepat, termasuk menganalisa solar radiation, sun path, energi dan karbon pada tahap desain yang sangat awal!

Belum tertarik? Mungkin anda akan tertarik jika tahu bahwa aplikasi ini tersedia secara free. Bahkan anda tidak perlu menginstallnya. Cukup download, copy ke flash disk, dan jalankan aplikasinya! Sudah tertarik sekarang? Aplikasi ini dapat anda download di Autodesk Labs page.

10 Keuntungan Menggunakan AutoCAD LAyout

layoutfeat

Saya mulai menggunakan AutoCAD sejak R14. Pada waktu itu AutoCAD sudah punya paperspace (atau bagi yang muda-muda disebut layout), tapi penggunaan modelspace masih sangat umum. Dan sepertinya yang mengajari saya AutoCAD terlalu malas untuk mengajarkan saya layout. Ini lah masalahnya kalau belajar AutoCAD sendiri  dari teman atau ikut training yang kurang mumpuni. Mereka tidak terlalu mengupdate teknologi dari versi baru, dan mengajarkan kebiasaan mereka bekerja saja. Pendeknya, saya pernah terbiasa menggunakan modelspace untuk mengatur gambar saya, sampai kemudian saya memutuskan menggunakan layout.

Banyak keuntungan yang didapat dengan menggunakan layout. Berikut 10 keuntungan yang dapat saya simpulkan.

MENYEDERHANAKAN GAMBAR

Pertama, menggunakan layout akan menyederhanakan gambar. Di bawah ada beberapa gambar dengan skala yang berbeda. Bagaimana kita melakukannya di modelspace? Kita betul-betul menggambar objek itu beberapa kali (dengan mengkopinya). Jika anda punya gambar detail, maka anda harus mengkopinya dan menskalanya. Mungkin harus men-trim untuk merapikan gambar itu. Ketika kita harus melakukan perbaikan gambar, maka kita harus mengupdate setiap gambar secara manual.

section and details

Nah, kalau kita menggunakan layout, maka akan memberikan keuntungan-keuntungan berikut:

1. Kita selalu menggambar dengan skala 1:1

Tidak masalah jika di gambar anda saat dicetak ada beberapa skala sekaligus. Mau 1:1, 1:10, 1:100 di satu kertas, kita selalu menggambar dengan skala penuh 1:1. Bahkan pemula tidak perlu berpikir banyak untuk masalah skala saat menyelesaikan gambarnya.

Menggunakan modelspace? Kita harus menentukan bagian gambar yang utama, lalu bagian lain harus diskala, membuat dimension styles yang berbeda, dll.

2. Menampilkan Bagian yang Berbeda dari satu model

Kita cukup menggambar satu kali dengan skala penuh, namun kita dapat menampilkannya beberapa kali di gambar kita. Cukup dengan membuat beberapa viewport. Kadang kita membutuhkannya karena gambar kita terlalu besar untuk satu kertas saja, dan kadang kita perlu menampilkan detail dari gambar kita.

Saat ada perubahan, kita cukup mengupdate gambar di modelspace, dan semua viewport akan diupdate. Tidak perlu mengupdate setiap gambar secara manual.

3. Tidak Perlu Banyak Styles

Perhatikan gambar di bawah. Di bawah adalah gambar tangga dan detailnya. Detail dibuat dengan menskala bagian dari gambar tangga. Karena detail itu sudah bukan skala 1:1, saat kita perlu menambahkan dimensi, kita harus membuat dimension style baru. Jika detail itu diskala 4 kali, maka dimension style kita perlu dikoreksi dengan scale factor 1/4.

Bingung? Tidak apa. Masalah ini memang tidak bisa dijelaskan dalam 1-2 paragraf saja.

detail_view

Anda harus berpindah dari satu dimension style ke lainnya. Ini bisa membingungkan dan memungkinkan anda melakukan kesalahan. Bagaimana kalau anda punya 4-5 skala dalam satu gambar? Bagaimana kalau anda punya beberapa sheet di model space? Anda akan punya banyak styles untuk dipakai!

4. Mudah Mengontrol Skala Gambar

Dengan layout, mengontrol skala menjadi sangat mudah. Seperti yang disebutkan di no.1, kita hanya perlu menggambar dengan skala penuh. Kita dapat mengatur skala dengan mudah di layout.

Anda dapat membuat viewport, memilihnya, dan mengganti skala melalui viewport scale list di kanan bawah. viewport_scale

Kalau anda ingin melihat penggunaan viewport scale ini, bisa lihat di video YouTube di tulisan ini.

SATU GAMBAR, BANYAK REPRESENTASI

kalau kita bekerja dengan modelspace, kita memperlakukannya seperti menggambar secara manual di kertas. Ketika anda butuh menampilkan satu model beberapa kali, maka anda harus mengkopinya untuk menampilkan setiap kali. Layout memungkinkan anda menggambar hanya sekali, menampilkannya dengan gaya berbeda. Tidak hanya skala, seperti yang sudah dibahas di no.2.

5. Orientasi Sudut yang Berbeda

Setiap viewport dapat dibuat untuk memiliki orientasi sudut berbeda. Misalnya anda butuh menampilkan siteplan dengan arah sesuai arah utara desain. Anda dapat menampilkan gambar yang sama dengan sudut yang berbeda. Sangat mudah untuk dilakukan di layout.

different_orientation

6. Gambar yang Berbeda dengan Layer Properties per Viewport

Sejak AutoCAD 2008, kita memiliki fitur ini. Kita dapat mengatur layer properties yang berbeda untuk setiap viewport. Misalnya, anda dapat menampilkan hatch pada gambar detail, tapi menyembunyikannya di gambar berskala besar.

Anda dapat melihat contoh penggunaan layer properties per viewport di tulisan ini.

layer_properties_manager

7. Keuntungan dari Annotation Scaling

Fitur lain yang dapat kita manfaatkan bersama layout adalah annotation scaling. Kita dapat menggunakannya di model space, tapi keuntungan terbesar diperoleh dengan menggunakan layout.

alt

Annotation scaling dapat membuat annotasi anda selalu terbaca, bahkan pada skala yang berbeda.

MANAJEMEN GAMBAR DAN OTOMATISASI

Dengan mendefenisikan layout, kita memberitahukan AutoCAD untuk mengenali kertas kita. Ini memungkinkan kita menggunakan fitur lain terkait dengan layout untuk manajemen dan mengotomatisasi beberapa proses.

8. Mengontrol Pengaturan Cetak dengan Mudah

Pengaturan cetak sangat mudah digunakan ketika anda menggunakan layout. Ingat, kita selalu menggunakan full scale, baik di modelspace ataupun di page setup.

Satu-satunya yang kita ubah skalanya hanya di paperspace, dan caranya juga sangat mudah. Bandingkan jika anda menggunakan modelspace. Anda harus mengubah skala di modelspace, dan juga di dialog cetak ini.

AutoCAD_page_setup_manager

Dengan menggunakan layout, kita cukup mengganti ukuran kertas, dan selalu menggunakan skala 1:1. Margin cetak ditampilkan dengan garis putus-putus. Cukup mudah dipahami dan diprediksi hasil cetaknya.

sheet_layout

9. Keuntungan Sheet Set

Sheet set merupakan fitur yang bagus untuk manajemen gambar anda. Ada beberapa white paper di sini yang bisa anda pelajari jika anda berminat. Pendeknya, kita dapat mengatur agar gambar tersebut lebih teratur dan mudah diakses, dimanapun lokasi setiap file. Setelah kita punya satu set gambar, kita dapat menggunakan eTransmit dan mengirimkan seluruh project dalam satu file zip. Kita juga dapat memplot seluruh gambar project dengan mudah, cukup beberapa kali klik.

sheet_set_manager

Beberapa keuntungan lain adalah menggunakan sheet set fields. Sheet set punya beberapa properties yang memungkinkan teks otomatis muncul di title block. Seperti nama project, no kertas, dll. Bahkan anda dapat membuat daftar isi gambar secara otomatis.

sheet_set_fields

10. Batch Plot

Kalau anda masih enggan menggunakan sheet set, anda tetap dapat menggunakan batch plot. Batch plot memungkinkan anda mencetak ratusan gambar sekaligus tanpa harus membuka file satu persatu, bahkan ke beberapa printer sekaligus!

Bagaimana dengan Anda?

Apakah anda sudah menggunakan layout? Jika belum, apa menurut anda keuntungan modelspace dibandingkan menggunakan layout? Dan jika sudah, apakah anda punya alasan lain kenapa kita mesti menggunakan layout?

Rekomendasi Buku: Autodesk Official Training Guides

aotg recommendation

Beberapa bulan yang lalu, saya menerima satu kopi buku AutoCAD 2011 and AutoCAD LT 2011 – No Experience Required dari Wiley publisher untuk saya review. Buku tersebut ditulis oleh Donny Gladfelter yang memiliki blog The CAD Geek, dan juga Board of Directors dari AUGI. Buku tersebut sangat menarik, sangat lengkap bagi anda yang ingin menguasai AutoCAD sampai tahap lanjut. Bahkan bagi anda yang sudah bertahun-tahun menggunakan AutoCAD, banyak hal baru yang bisa anda dapatkan di sana. Jujur, saya berani bilang 90% training AutoCAD yang ada di Indonesia tidak selengkap itu pembahasannya. Apalagi buku di Indonesia yang cenderung judulnya cukup bombastis, seperti 7 jam mahir AutoCAD. 7 jam? Bahkan untuk mengetahui semua fitur AutoCAD saja kurang. Apalagi mahir.

Nah yang menarik adalah adanya logo Autodesk official training guide, artinya buku itu sudah direview oleh tim Autodesk dan direkomendasikan untuk materi training dan yang ingin belajar sendiri. Jadi kualitasnya tidak diragukan lagi. Saya berharap penerbit lokal mau menerjemahkan dan menerbitkan buku tersebut untuk pasar Indonesia.

Karena penasaran, saya mencoba melakukan pencarian, buku-buku apa saja yang punya label Autodesk official training guide itu. Berikut adalah buku-buku yang direkomendasikan Autodesk. Kalau anda menemukannya di toko buku lokal (mungkin yang menjual buku import ada) jangan ragu untuk membelinya. Dan kalau anda tidak menemukannya, dan ingin membelinya secara online dapat mengklik link yang tersedia dan membelinya dari Amazon. Bagi yang punya ‘usaha’ training, juga tidak rugi untuk membelinya dan menggunakannya sebagai acuan.

51ykhbF9uIL. SL160  Book Recommendation: Autodesk Official Training Guide

AutoCAD 2011 and AutoCAD LT 2011 – No Experience Required

51hZWWgK9FL. SL160  Book Recommendation: Autodesk Official Training Guide

Mastering Autodesk Revit Architecture 2011

revit mep aotg Book Recommendation: Autodesk Official Training Guide

Mastering Autodesk Revit MEP 2011

51Gi5VKSb%2BL. SL160  Book Recommendation: Autodesk Official Training Guide Mastering Autodesk 3ds Max Design 2011 maya aotg Book Recommendation: Autodesk Official Training Guide

Mastering Autodesk Maya 2011

civil3d aotg Book Recommendation: Autodesk Official Training Guide

Mastering AutoCAD Civil 3D 2011

inventor aotg Book Recommendation: Autodesk Official Training Guide

Mastering Autodesk Inventor and Autodesk Inventor LT 2011

Kalau anda ingin mencari buku-buku versi lama (semua di atas untuk 2011), anda dapat menemukannya di Autodesk Store.

AutoCAD WS Mobile: Bawa gambar DWG-mu kemana saja dengan iPhone!

AutoCAD_WS600x408.jpg

Jika anda sudah mengikuti tulisan di TentangCAD, anda mungkin sudah membaca mengenai project Butterfly. Sekarang project ini sudah hilang, keluar dari versi beta, dari kepompong jadi kupu-kupu yang cantik: AutoCAD WS and AutoCAD WS Mobile. Kalau anda rajin mengikuti berita seputar dunia CAD, mungkin anda sudah mendengar ramai yang membicarakannya sejak minggu lalu. Atau jika anda terlewat, atau bingung apa itu AutoCAD WS, anda mungkin akan ingin mencobanya sekarang.

AutoCAD WS adalah aplikasi desktop yang dapat anda gunakan di komputer, project asli dari Butterfly. Anda hanya butuh browser dan koneksi internet, maka anda dapat menggunakannya di mana saja. Aplikasi ini gratis, dan anda dapat menggunakan account yang pernah anda buat di project Butterfly atau membuat baru.

Saya tidak akan menulis lebih jauh mengenai aplikasi dektop ini lebih jauh di sini. Mungkin lain kali.

AutoCAD_WS (600x408)

AutoCAD WS Mobile

Versi mobile ini cukup mengejutkan saya. Saya tidak pernah berharap melihat service ini di mobile device. Di browser saja sudah keren, dan sekarang di mobile? Ini artinya kita dapat mengakses gambar kita di mana saja. Saya mulai berpikir bahwa ini adalah tujuan sesungguhnya dari Project Butterfly. 5 taun yang lalu, tidak banyak orang bisa mengakses internet lewat ponsel. Sekarang ponsel seharga 500rb saja sudah bisa membuka detik.com atau TentangCAD.com. Di dalam bus, kita bisa lihat orang membaca email, berita, dan update status dari ponsel. Jadi rasanya masuk akal kalau Autodesk ingin mendahului meloncat ke masa depan. Tidak masalah kalau hari ini masih sedikit yang menggunakan aplikasi online (yang beken dengan istilah cloud computing), suatu hari nanti, kita semua akan menggunakannya. Sudahkah anda mendengar bahwa beberapa states di Amerika beralih ke Google Docs?

Dengan AutoCAD WS dan AutoCAD WS Mobile, rekan anda dapat mengupload gambar dari AutoCAD menggunakan AutoCAD plugin, dan anda dapat mengaksesnya online. Keren bukan?

Bayangkan begini:

  1. Sekarang kita bisa membuang gulungan kertas besar yang tebal itu saat ke lapangan. Jika anda punya satu bundel setebal 500 lembar berukuran A1, anda tentu tahu apa yang saya maksud. Anda cukup membawa iPad dan bisa mengakses seluruh gambar! iPad saat ini memang mahal, tapi iPoud touch sepertinya cukup terjangkau. Mencetak kertas A1 dan blue printnya juga tidak murah bukan? Mungkin jika kelak juga terdapat Android apps, aplikasi ini jadi semakin terjangkau. Anda juga dapat membawa laptop dan mengaksesnya di lapangan. Ingat, kita tidak hanya bicara membuka gambar. Tapi ini adalah gambar yang sama yang akan dilihat seluruh tim, tidak ada lagi yang bisa ngeles salah melihat revisi lama.
  2. Anda dapat mengakses gambar ini di mana saja. Selama terhubung dengan internet, anda dapat mereview dan bahkan membuat perubahan gambar. Di luar, di dalam pesawat kita bisa memperoleh wireless connection, di lobby, di café, kapan saja! Memang saat ini koneksi internet tidak terlalu mudah ditemui. Tapi coba bandingkan dengan 5 tahun lalu.

Mungkin masih ada keuntungan lainnya, tapi saat ini hanya itu yang terpikir oleh saya. Mungkin ada bisa pikirkan keuntungan lainnya?

Sayangnya saat ini aplikasi ini aplikasi ini hanya tersedia untuk iOS. Artinya hanya iPod touch, iPhone, dan iPad. Bagaimanapun, Shaan Hurley menyebutkan di blognya bahwa Android dipertimbangkan untuk ke depannya. Saya sendiri cukup yakin akan hal ini karena saat ini Android sudah sangat populer.

Tampilan AutoCAD WS Mobile

Saya tidak punya gadget dengan iOS device, jadi ini adalah capture general yang saya dapat dari Autodesk. Berikut adalah pada iPad. Klik image untuk melihat gambar besarnya.

ipad03_editText (450x600)[10] ipad05_measure (450x600)[9] iPad04_grayscale (450x600)[9]
Kita dapat mengedit drawing, salah satunya elemen text. Ingin tahu jarak objek? Measure saja! Tampilan grayscale, preview utk di plot.

Dan ini bagaimana tampak di iPhone

iPhone04_drawingsManager (320x480) iPhone06_measureTool (320x480) iPhone03_moveTool (320x480)
Keren bukan? File manager dengan preview! Biar kecil, tapi di iPhone kita juga bisa mengukur jarak. Modify gambar? Tentu saja!

Kalau anda punya iPhone atau iPad, silahkan coba download aplikasinya di iTunes: www.itunes.com/app/autocad-ws. Jika anda menemui kesulitan, bisa lihat di tutorial berikut. Pada saat launching, tanggapan atas aplikasi ini cukup heboh. Setidaknya seperti yang dilaporkan di blog Between the Lines.